Pendidikan yang berkualitas dimulai dari guru yang terus belajar dan bertumbuh.
(Al Fida, 2 Agustus 2025) – Untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dan mewujudkan pembelajaran yang aktif, mendalam, dan bermakna, para guru Yayasan Al Fida mengikuti Pelatihan ADLX Terpadu (Active Deep Learning Experience) yang diselenggarakan selama tiga hari di Aula Serbaguna Al Fida.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan guru baru maupun Guru lama dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD IT AULADUNA 1 & 2, SDIT IQRA 1 & 2, hingga SMPIT IQRA’ dan SMAIT IQRA DI lingkungan Al Fida.
Dengan semangat belajar yang tinggi, para guru berkomitmen meningkatkan kompetensinya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang memerdekakan, kontekstual, dan berorientasi pada siswa.
ADLX itu sendiri adalah singkatan dari Active Deep Learning Experience, sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pengalaman belajar aktif, mendalam, dan bermakna bagi peserta didik. ADLX menempatkan siswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi, tetapi sebagai pencari, penalar, pemecah masalah, dan pembelajar seumur hidup, terang Ustad Sutrisno Ketua Yayasan sekaligus membuka acara pelatihan ini secara Resmi.

Dalam ADLX, guru tidak hanya berfungsi sebagai pemberi materi, melainkan sebagai fasilitator, motivator, dan desainer pengalaman belajar. Siswa dilatih untuk berpikir kritis, berkolaborasi, mengeksplorasi, dan merefleksikan proses belajarnya, lanjutnya
Pelatihan ADLX mengajak para guru untuk beralih dari pendekatan pembelajaran konvensional ke arah yang lebih progresif dan bermakna. ADLX (Active Deep Learning Experience) menekankan bahwa proses belajar harus Siswa terlibat langsung, tidak pasif mendengarkan, Tidak sekadar tahu, tapi paham dan mampu menerapkan, Menekankan proses, bukan hanya hasil, Belajar dengan mengalami secara nyata.:
Kata kunci ADLX:
Active (aktif): Siswa terlibat langsung, tidak pasif mendengarkan.
Deep (mendalam): Tidak sekadar tahu, tapi paham dan mampu menerapkan.
Learning (belajar): Menekankan proses, bukan hanya hasil.
Experience (pengalaman): Belajar dengan mengalami secara nyata.
✅ Aktif: Siswa terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar
✅ Mendalam: Mengembangkan pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan
✅ Berpengalaman: Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata
✅ Berorientasi pada siswa: Pembelajaran berpusat pada kebutuhan dan potensi murid
✅ Reflektif: Mengajak guru dan siswa untuk berpikir tentang proses dan hasil belajar
Melalui pelatihan ini, guru-guru Al Fida dibekali dengan strategi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), pendekatan inkuiri, penilaian autentik, dan cara mengembangkan LKPD yang mendalam dan kontekstual.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Fida menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari transformasi budaya sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Al Fida menjadi pendidik yang visioner, tidak hanya mengajar tetapi menginspirasi. Pelatihan ADLX ini membuka wawasan baru bahwa belajar itu bukan hanya transfer ilmu, tetapi membentuk karakter dan menghidupkan pengalaman,” ujar beliau.

PRINSIP-PRINSIP ADLX
ADLX memiliki beberapa prinsip utama yang menjadi landasan dalam penerapannya di kelas, antara lain:
1. Aktif (Active Learning)
Siswa secara aktif terlibat dalam berpikir, berdiskusi, mencipta, memecahkan masalah, dan merefleksi. Contoh: diskusi kelompok, debat, praktik langsung, eksperimen.
2. Mendalam (Deep Learning)
Pembelajaran berfokus pada pemahaman konsep secara utuh, keterkaitan antar ide, dan penerapan dalam situasi nyata. Strategi: problem-based learning, inquiry learning, project-based learning.
3. Kolaboratif dan Sosial
Siswa belajar bersama, saling berbagi, dan tumbuh dalam kerja sama. Pembelajaran menjadi ruang interaksi yang mendidik karakter.
4. Berorientasi pada Siswa (Student-Centered)
Pembelajaran dirancang berdasarkan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Guru menjadi fasilitator yang memberi ruang eksplorasi.
5. Reflektif dan Tumbuh
Pembelajaran selalu diakhiri dengan refleksi untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar. Ini membentuk kebiasaan berpikir kritis dan introspektif.
6. Kontekstual dan Bermakna
Materi pembelajaran dikaitkan dengan realitas kehidupan, isu lokal, maupun nilai-nilai moral dan spiritual.
Yayasan mengucapkan terimakasih kepada segenap Bidang Pendidikan dan team, untuk dapat mengikuti pelatihan Pendidikan dari awal pelaksanaan pelatihan berbasis LMS, mulai dari mengomentari artikel mengupload RPP mungkin ada yang belum terbiasa kalau dari progress dari beberapa sesi.
Kenapa kita menggunakan pola LMS harapanya adalah kita dapat maksimal karena jika kita hanya mengandalkan sesi trip/tetap muka,
Kenapa harus terpadu, karena ini adalah sebuah pendekatan yang memiliki akar filsafat yang sangat kuat, filasofy yang sangat kuat. Pada dasarnya semua ilmu itu bersumber dari satu sumber yaitu Al-Quran maka ada kata kunci dari suatu yang tidak dimiliki pendekatan manapun, yaitu nilai ukhrowi, terang Ustad Sutris.
Keberadaan kita di Lembaga Pendidikan adalah penanaman Penilaian nilai-nilai keislaman. Jadi penanaman nilai-nilai keislaman, ini tidak hanya di dapat pada saat pelajaran agama saja tetapi di setiap pelajaran-pelajaran apapun ituu, oleh karena nilai-nilai ukhrowi/ruh keislaman ini harus senantiasa menjadi dalil atau pondasi setiap materi. Itu berlaku pada semua guru, tidak pada guru baru saja namun semua guru di lingkungan Al Fida, tutupnya.




